Terduga Penyandang Dana Aksi Bom Ketapel di Bekuk Polisi

Terduga Penyandang Dana Aksi Bom Ketapel di Bekuk Polisi

SR alias Ayu ditangkap polisi terkait kasus perencanaan peledakan bom dengan ketapel saat pelantikan presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Kombes Suyudi Ario Seto Direktur Reskrimum Polda Metro jaya mengatakan Ayu ditangkap di kediamannya yang berlokasi di Mekarsari, Tambun Selatan, Bekasi Senin (21/10).

“Yang bersangkutan [Ayu] sudah diamankan,” kata Suyudi saat dikonfirmasi, Rabu (24/10).
Suyudi menyampaikan Ayu tergabung dalam grup whatsapp berinisial ‘F’ yang anggotanya adalah para tersangka kasus tersebut. Saat ini, penyidik Reskrimum Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Ayu.
Diungkapkan Suyudi, dalam kasus itu Ayu berperan sebagai penyandang dana dalam untuk pembuatan bom ketapel. Ia diketahui memberikan sejumlah dana kepada tersangka SH yang telah lebih dulu ditangkap.

“Yang bersangkutan memberikan dana kepada tersangka SH sebesar Rp700 juta untuk membeli perlengkapan katapel, peluru katapel, dan bom hidrogen,” tutur Suyudi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap enam tersangka kasus perencanaan peledakan dengan ‘bom ketapel’ saat pelantikan presiden-wakil presiden.

Enam tersangka berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM merencanakan pelemparan ‘bom ketapel’ ke kompleks parlemen yang menjadi lokasi pelantikan presiden dan wakil presiden.
Selain itu, para tersangka juga berencana melepaskan delapan ekor monyet di Gedung DPR dan Istana Merdeka dengan tujuan untuk membuat kegaduhan saat proses pelantikan.

Enam tersangka itu tergabung dalam sebuah grup WhastApp yang berinisial ‘F’ yang dibentuk oleh tersangka SH. Anggota grup WhatsApp itu berjumlah 123 orang.

Dalam kasus ini, polisi diketahui sempat memanggil tokoh PA 212 Eggi Sudjana untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Pasalnya, Eggi diketahui juga ikut tergabung dalam grup Whatsapp tersebut.

No Responses

Comments are closed.

Lewat ke baris perkakas