Sindikat Pencurian TBS PTPN IV Dibongkar Poldasu, 3 PKS Terlibat 

Sindikat Pencurian TBS PTPN IV Dibongkar Poldasu, 3 PKS Terlibat 

Barometermedan | Medan ~ Sindikat pencurian Tandan Buah Segar (TBS) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, Kebun Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, berhasil dibongkar Polda Sumut.

Tak hanya itu, penyidik Kepolisian juga berhasil mengungkap tiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menjadi penadah TBS curian milik PTPN IV ini.

Dalam keterangan pers Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, di Mapolda Sumut, Senin (5/3/2018) dijelaskan, sindikat pencurian dan penadah TBS PTPN IV Kebun Bah Jambi, Kabupaten Simalungun ini diungkap pada 17 Februari 2018 sekitar pukul 15.00 Wib.

“Kasus ini diungkap oleh penyidik Subdit IV Tipiter Polda Sumut bersama personel Dit Intelkam Polda Sumut,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Didampingi para pejabat utama Polda Sumut, di antaranya Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Robin Simatupang, SH, jenderal Polisi bintang dua ini menguraikan hasil interogasi terhadap para pekerja yang terlibat.

Yakni, hasil penjarahan/pencurian TBS milik PTPN IV Bah Jambil ditampung di sejumlah gudang untuk kemudian dijual kepada tiga PKS.

Mula-mula, TBS curian ditampung di Gudang UD Rizky di Desa Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Setelah terkumpul, TBS curian dijual ke Gudang CV BD Mandiri di Desa Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.

Dari Gudang CV BD Mandiri, TBS curian disortir kembali untuk kemudian dijual ke sejumlah PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Yakni PKS PT Aria Rama Persada di Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara, PKS PT PIS di Desa Pengkolan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, dan PKS PT PPLI di Huta Padang, Kecamatan Pasar Mandoge, Kabupaten Asahan.

Di kesempatan itu, Kapolda Sumut juga membeberkan identitas para pelaku yang diduga terlibat aksi pencurian dan penadah TBS PTPN IV ini.

Lokasi Pertama

Dari Gudang UD Rizky, ada empat orang yang dilaporkan. Yakni, Ismayanti alias IIS (32), alamat Dusun IV, Desa Baja Dolok, Tanah Jawa, Simalungun. IIS bertindak memanen TBS.

Nellyawati (36), pemanen TBS, alamat Dusun IV, Desa Baja Dolok, Tanah Jawa, Simalungun; Ismanan alias IIN (35), pemanen TBS, alamat Dusun IV, Desa Baja Dolok, Tanah Jawa, Simalungun; dan Ses Supriadi alias CES (38), penampung TBS, alamat Dusun IV, Desa Baja Dolok, Tanah Jawa, Simalungun.

Dalam hal ini Polisi telah memeriksa sembilan orang saksi dan tiga orang dari ahli Dinas Perkebunan Provinsi Sumut, dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS Medan).

Berdasarkan keterangan dari saksi dan ahli bahwa ketiga orang pelaku pemanen/pencurian TBS milik PTPN IV di Afdeling VIII dan satu orang pelaku penampung/penadah. Keempat pelaku dilakukan introgasi dan telah dilakukan penahanan.

Barang Bukti (BB) satu unit sepeda motor, 1 buah kapak besi, 7 tandan buah kelapa sawit di UD. Rizky, 1 goni ukuran 30 Kg, 1 unit truck merek Mitsubishi BK 8636 TN yang bermuatan kelapa sawit, 1 buah STNK, 3 buah Tonjok besi, 2 buah kayu pikul timbangan, TBS di UD. Rizky sebanyak 63 janjang dengan rincian 62 janjang jenis Tanera dan 1 janjang jenis Dura.

Lokasi Kedua

Gudang UD Pengusaha Muda di Dusun II, Desa Bah Kisat, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun. Dalam kasus ini, terlapor ada tiga orang. Yakni Amri, SH alias ARI (36), mandor UD Pengusaha Muda, alamat Huta IV, Baja Dolok, Desa Baja Dolok, Tanah Jawa, Simalungun.

Risdianto als IAN (29) Pemanen Buah Kelapa Sawit, alamat dusun I Sinarejo desa Bah Kisat Tanah Jawa Simalungun dan Ucok Efendi als Madu (34) Pemanen Buah Kelapa Sawit, alamat dusun I Sinarejo desa Bah Kisat Tanah Jawa Simalungun.

Dalam hal ini Polisi telah memeriksa saksi sebanyak 16 orang dan tiga orang Ahli Dinas Perkebunan Provinsi Sumut, dari Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumut dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS Medan).

Berdasarkan keterangan dari saksi dan ahli bahwa ketiga orang pelaku pemanen / pencurian buah kelapa sawit milik PTPN IV Persero Kebun Balimbingan. Ketiga pelaku dilakukan introgasi dan telah dilakukan penahanan.

BB 1 unit mobil truk teronton merek Hino dengan Nomor Polisi B 9462 TYT milik UD. Pengusaha Muda bermuatan buah kelapa sawit, 1 unit mobil truk teronton merek Mitsubishi dengan nomor Polisi BL 8665 AK milik UD. Pengusaha Muda muatan kelapa sawit, 1 unit Dump Truck merek Mitsubishi BK 9847 TD milik UD.

Pengusaha Muda muatan buah kelapa sawit, 1 unit Toyota Kijang Kapsul BK 1032 TS, catatan timbangan harian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, 1 bundel bon faktur berisi catatan pembelian TBS, buku berisi penjualan TBS ke Pabrik, 3 buah stempel, 1 buah kalkulator, 1 buah timbangan dan uang pembelian TBS sebanyak Rp 61.117.000, 2 buah tonjok besi, 1 buah kapak, TBS di penampungan buah kelapa sawit UD. Pengusaha Muda ditemukan 1738 janjang jenis Tenera milik PTPN IV Kebun Balimbingan.

Lokasi Ketiga

Gudang CV. BD. Mandiri didesa Hatonduhan Kab. Simalungun Prov. Sumut dalam kasus ini terlapor an. Nasib als Mabes (54, mandor CV. BD. Mandiri, alamat Huta I Sinar Rejo Desa Bah Kisat Tanah Jawa Kab. Simalungun). Dalam hal ini Polisi telah memeriksa saksi sebanyak 29 orang dan tiga orang Ahli Dinas Perkebunan Provinsi Sumut, dari Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumut dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS Medan).

Berdasarkan keterangan dari saksi dan ahli bahwa satu orang pelaku merupakan mandor CV. BD. Mandiri milik Sugiarto als Anto BD yang merupakan penampung TBS milik masyarakat maupun TBS hasil pencurian / penjarahan buah kelapa sawit milik PTPN IV Kebun Bah Jambi dan Kebun Hatonduhan Kab. Simalungun, pelaku dilakukan introgasi dan telah dilakukan penahanan.

Akibat kasus ini PTPN IV mengalami kerugian sebesar Rp. 15.634.330.000 (Lima belas milyar enam ratus tiga puluh empat juta tiga ratus puluh ribu rupiah).

Pasal yang dilanggar :

Pasal 78 Jo pasal 111 dan pasal 55 huruf (d) Jo pasal 107 UU Perkebunan No. 39 tahun 2014 Perkebunan Jo pasal 362 Jo Pasal 64 Jo Pasal 55 dan 56 KUHPidana Subs Pasal 36 ayat (1) Jo pasal 109 UU RI No. 32 tahun 2009, tanggal 3 Oktober 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo pasal 2 ayat (1) dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 tahun 2012, tanggal 23 Pebruari 2012 tentang Izin Lingkungan Jo lampiran Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor : 05 tahun 2012 tanggal 20 April 2012, tentang jenis rencana usaha dan atau kegiatan yang wajib memiliki analisa dampak lingkungan hidup. (red)

Tags: , , ,
banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

Lewat ke baris perkakas