Selamatkan 5000 Jiwa, Prajurit Yonif Raider 100/PS Bekuk 6 Tersangka Pengedar 1 Kg Sabu-Sabu

Selamatkan 5000 Jiwa, Prajurit Yonif Raider 100/PS Bekuk 6 Tersangka Pengedar 1 Kg Sabu-Sabu
(Photo: Barometermedan.net)

Barometermedan | Binjai ~ Prajurit Yonif Raider 100/PS, Kodam I/BB berhasil menyelamatkan 5.000 jiwa dari pengaruh buruk narkoba melalui operasi penangkapan 6 tersangka pengedar 1 Kg sabu-sabu dan 158 butir ekstasi di kawasan Desa Sialangpaku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Selasa (24/7/2018) dini hari.

“Jika ditotal, narkoba yang diamankan ini senilai Rp1,5 miliar, dan jumlah ini bisa menyelamatkan sekitar 5.000 jiwa dari pengaruh buruk narkoba,” kata Komandan Yonif Raider 100/PS, Letkol Inf Lizardo Gumay dalam press conference di Mako Yonif Raider 100/PS di Namu Sira-Sira Binjai, Selasa (24/7/2018) siang.

Estimasi jumlah jiwa yang terselamatkan serta nilai narkoba yang diamankan, juga dibenarkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Marsauni Siregar yang ikut dalam press conference itu.

(Photo: Barometermedan.net)

Menurut Danyon, penangkapan 6 tersangka berawal dari operasi pembersihan dan pengamanan akhir di daerah latihan pemeliharaan Raider dengan materi Raid di Desa Sialangpaku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang pada Senin (23/7/2018) malam.

Usai latihan, lanjut Danyon, dirinya memerintahkan Pasi Intel Lettu Inf Rizky melakukan pembersihan dan pengamanan akhir di daerah latihan.

Perintah Danyon itu ditindaklanjuti Lettu Inf Rizky dengan didampingi staf Intel, Provost dan anggota dengan melakukan patroli pengamanan dan pembersihan di lokasi latihan.

(Photo: Barometermedan.net)

Sampai pukul 00.15 Wib, Selasa (24/7/2018) dini hari, patroli pengamanan dan pembersihan berjalan normal. Namun sesaat kemudian, personel melihat sekelompok orang tak dikenal yang tengah berkumpul.

Melihat itu, terang Danyon, Pasi Intel Lettu Inf Rizky bersama personel berusaha mendekati kelompok orang tak dikenal itu. “Tiba-tiba mereka lari berhamburan ke arah sungai di belakang Cafe Asyik-Asyik wilayah Tanah Seribu, Desa Sialangpaku,” urai Danyon.

Sontak kecurigaan personel muncul, dan spontan melakukan pengejaran. Di tengah pengejaran itu, tim menemukan sebuah tas tercecer yang setelah diperiksa ternyata berisi sabu-sabu seberat lebih kurang 1 Kg dan 158 butir ekstasi.

(Photo: Barometermedan.net)

“Temuan ini dilaporkan Pasi Intel kepada saya, dan saya kembali memerintahkan untuk melakukan pengejaran. Perintah itu saya berikan sebagai tindak lanjut dari arahan Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo kepada prajurit untuk melakukan cegah dini dan tangkal dini terhadap kerawanan Kamtibmas di sekitar,” urai Danyon.

Tanpa menunggu lama, Pasi Intel bersama sejumlah personel langsung melakukan pengejaran. Tapi sayangnya, tim yang mencoba masuk lebih dalam ke kawasan larinya sejumlah orang tak dikenal tadi, tiba-tiba mendapat penghadangan.

(Photo: Barometermedan.net)

Tak mau bertindak gegabah, kembali Pasi Intel melapor kepada Danyon, yang kemudian ditanggapi dengan ikut turun ke lokasi bersama sejumlah personel yang lebih banyak.

“Kami sempat dilempari dengan batu dan ancaman senjata tajam. Bahkan, kami sempat mendengar letusan senjata api yang kami buktikan dengan ditemukannya selongsong peluru berdiameter 9 mm,” kata Danyon.

Hasil pengejaran itu, tim yang dipimpin langsung Danyonif Raider 100/PS, Letkol Inf Lizardo Gumay berhasil mengamankan 6 tersangka, yang setelah dilakukan pemeriksaan urine ternyata positif narkoba.

(Photo: Barometermedan.net)

Dari hasil interogasi kepada semua tersangka, tambah Danyon lagi, ternyata seluruh narkoba itu akan diedarkan di kawasan Binjai sekitarnya. Begitu juga soal asal barang haram ini, para tersangka mengaku mendapatkannya dari kurir.

“Kepada seluruh tersangka, kita sudah melakukan interogasi awal. Namun mereka semua mengaku tidak mengetahui siapa bandar besarnya. Makanya untuk pengembangan kasus ini, kita menyerahkannya kepada BNN Provinsi Sumatera Utara,” terang Danyon mengakhiri kronologis peristiwa.

Sementara, Kepala BNN Provsu Brigjen Pol Marsauni Siregar menjelaskan, pihaknya punya waktu enam hari untuk menentukan status hukum para tersangka yang dikaitkan dengan barang bukti. “Kalau soal ancaman hukuman, bisa seumur hidup atau mati. Karena jumlah barang bukti narkoba yang ditemukan sudah melebihi ketentuan minimal seberat 1 gram,” katanya.

(Photo: Barometermedan.net)

Selain mengamankan 6 tersangka, 986,5 gram sabu, 158 butir ekstasi, 150 kaca pirex, seratusan plastik klip bening, 11 mesin jackpot, 2 bong sabu, 9 mancis, dua dompet, 3 badik, dan satu selongsong peluru kaliber 9 mm.

Adapun identitas para tersangka yang diamankan, adalah:
1. Sudaryanto, warga Tanah Seribu, Pasar III, Kab. Langkat, status menikah K-4, pekerjaan tukang bangunan. (ditangkap saat akan ke gubuk kolam ikan).
2. Rasin, warga Pasar V, Kec. Namutrasi, Kab. Langkat, pekerjaan petani, status menikah K-0. (ditangkap saat akan ke gubuk kolam ikan).
3. Supendi, warga Kampung Kloneng, Kab. Langkat, pekerjaan petani, (ditangkap saat sedang berada di gubuk kolam ikan).
4. Usaha Pramaya Tarigan, warga Tanah Seribu, pekerjaan Petani, (ditangkap saat sedang berada di gubuk kolam ikan).
5. Fajar Renaldi, warga Kampung Kloneng, pekerjaan buruh bangunan (ditangkap saat sedang berada di gubuk kolam ikan).
6. Irwan, warga Tanah Seribu, Kab. Langkat, status menikah, pekerjaan tukang bangunan (ditangkap saat keluar dari gubuk kolam ikan).

Saat ini, seluruh tersangka berikut semua barang bukti narkoba dan lainnya sudah diserahkan kepada BNN Provinsi Sumatera Utara yang diterima langsung Brigjen Pol Marsauni Siregar. Sedangkan barang bukti 11 unit jackpot akan diserahkan kepada Polres Binjai. (zul)

Share This:

Tags: , , ,
banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

Lewat ke baris perkakas