Pendekatan Satgas Yonif 121/MK Luluhkan Warga Hingga Rela Serahkan Senpi

Pendekatan Satgas Yonif 121/MK Luluhkan Warga Hingga Rela Serahkan Senpi

Barometermedan | Papua ~ Pendekatan tak kenal lelah oleh Satgas Yonif 121/Macan Kumbang kepada masyarakat di daerah perbatasan Indonesia-Papua New Guinea (PNG) di Papua mulai membuahkan hasil. Terbukti dengan diserahkannya satu pucuk senjata api rakitan oleh warga Kampung Sawiyatami, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua.

Penyerahan senjata api ilegal ini berlangsung di Pos Perbatasan Sawiyatami oleh warga berinisial M yang mengantarkan sendiri pada Jumat 3 Agustus 2018. Senjata api diserahkan dan diterima oleh Komandan Pos (Danpos) Sawiyatami, Serka Sandy Pakpahan.

M yang berprofesi sebagai petani, sesekali ikut bersama beberapa rekannya untuk menebang pohon di hutan. Ia juga dikenal dekat dengan personel TNI yang bertugas di Pos Sawiyatami.

Pengakuan M, senjata api beserta 4 buah selongsong munisi (tabung munisi yang sudah kosong/ditembakkan) jenis pistol merek Luger PMC kaliber 9 mm produksi Jerman, ditemukan dengan cara tidak sengaja pada 2010 di kawasan hutan daerah Senggi, Keerom, Papua pada saat menebang kayu. Selama kurang lebih 8 tahun ini, M menyimpan senjata itu di kawasan hutan daerah Sawiyatami dan belum pernah dilaporkan sama sekali kepada pihak berwajib.


Dengan adanya penyerahan senjata api ini, Danpos Sawiyatami Serka Sandy Pakpahan melapor kepada Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 121/MK Letkol Inf Imir Faishal. Selanjutnya senjata diamankan di Pos Komando Taktis (Pos Kotis) Yonif 121/MK yang berkedudukan di Kampung Wonerejo, Keerom, Papua untuk kemudian diserahkan kepada pihak berwajib.

Pada kesempatan itu, Dansatgas Yonif 121/MK, Letkol Inf Imir Faishal mengatakan, penyerahan senjata api ilegal dari warga merupakan kesadaran sendiri dengan pendekatan yang dilakukan oleh para personel TNI yang bertugas di Pos Sawiyatami.

“Ini memang kesadaran masyarakat sendiri yang menyerahkan senjata api ilegal kepada pihak TNI yang bertugas di Pos Sawiyatami, dan memang juga tidak lepas dari pendekatan dan imbauan dari kami sebagai petugas pengamanan perbatasan negara kepada warga, bahwa memiliki senjata api ilegal adalah merupakan tindakan melanggar hukum dan dapat dikenakan pidana dan kami juga akan terus mengimbau masyarakat apabila masih ada yang memilki senjata api tanpa izin agar segera menyerahkannya kepada pihak yang berwajib,” tutur Faishal. (Pen Satgas Yonif 121/zul)

Tags: , ,
banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

Lewat ke baris perkakas