Lewat ke baris perkakas

Niat Baik Wartawati Untuk Melerai Keributan Berujung Dianiaya

Barometermedan |

Medan – Niat untuk melerai dan melihat adanya keributan di salah satu pakter tuak (warung tuak), naas bagi wartawati salah satu media lokal di Kota Medan berinisial MP (30), Sumatera Utara dianiaya dan dilecehkan oleh pemilik warung bersama pengunjung, Minggu (2/8/2020) malam di lokasi Jalan Jati II, Medan Kota, Sumatera Utara.

Peristiwa ini terjadi bermula saat MP berniat untuk meliput situasi maraknya warung di sekitaran Jalan Jati II, Kota Medan sekitar pukul 23.00 WIB malam. Namun setelah melintas disalah satu warung tuak yang tidak memiliki nama ini, terdengar suara keributan di warung tuak yang dipenuhi wanita-wanita yang diduga untuk menghibur pengunjung.

Atas peristiwa keributan ini, salah seorang anak pengunjung bernama Lumari Cristian Sartika Pakpahan (30) ribut dengan ayahnya yang merupakan salah seorang pengunjung di warung tuak yang diduga juga tempat mesum bagi pengunjung dengan pelayan.

Maka, MP yang masih mengendarai sepeda motor menghampiri keributan tersebut dan mencoba mengambil momen peristiwa yang telah terjadi. Akan tetapi keributan ini, berubah menjadi kearah MP yang mengetahui bahwa MP adalah seorang wartawan.

“Maka atas peristiwa ini, aku dihadang mereka yang diperkirakan 10 orang, dengan salah seorang dari mereka melontarkan kata-kata yang tak pantas, bahkan meminta membuka jilbab yang aku gunakan ini, bukan hanya itu aja menyalahkan agama islam dengan kata-kata ‘islam-islam taik’ kata mereka lontarkan berkali-kali,” jelas MP yang sedang berada di Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) di Jalan Waringin No.29/30c Medan.

MP yang juga datang bersama salah seorang saksi Lumari Cristian Sartika Pakpahan yang berada dilokasi tersebut juga mengungkapkan bahwa tangan kirinya mengalami luka memar atas peristiwa tersebut. Pasalnya pada saat itu MP mencoba meninggalkan kejadian tersebut dengan mengendarai sepeda motor, namun dirinya dihadang dan mencoba menahan dengan memukul tangan MP yang sedang mememang stang sepeda motor.

“Aku dihadang, dengan mencoba menahan aku dengan sepedamotor ku. Bahkan tangan ku saat memegang stang sepeda motor dipukul oleh salah seorang dari mereka yang bernama windi, rini, ami dkk bukan hanya itu aja.. ada salah seorang dari mereka dengan menggunakan gagang sapu mencoba menghalangi jalan aku,” cerita MP kepada Sekjen KAUM, Bambang Santoso SH. MH.

Atas peristiwa ini, Kuasa Hukum dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) melalui Sekjen Bambang Santoso SH. MH bersama para pengurus akan melakukan pembelaan kepada MP yang mendapatkan perlakuan tindakan pidana, penganiayaan, pelecehan dan pencemaran agama.

“Atas kedatangan MP ke kantor Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) akan mendampingi, mengadvokasi dan pembelaan kepada saudari MP dan akan kita tindaklanjuti,” jelas Bambang Santoso SH. MH.

Selanjutnya MP bersama Saksi bernama Lumari Cristian Sartika Pakpahan didampingi dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) membuat pengaduan ke Polresta Kota Medan dengan laporan Polisi Nomor: STTP/1916/K/VIII/YAN 2.5/2020/SPKT RESTA MEDAN.(Red)