Komunitas BR Medan Peduli Pemuda, 100 Orang Pengangguran Jadi Berpenghasilan

Komunitas BR Medan Peduli Pemuda, 100 Orang Pengangguran Jadi Berpenghasilan

Barometermedan |

Medan – Pengangguran merupakan salah satu faktor munculnya tindak kriminalitas. Dorongan kebutuhan sehari-hari yang tidak dapat terpenuhi dapat menjadikan seseorang melakukan aksi kejahatan.

Menyadari akan betapa pentingnya pemerataan kehidupan sosial masyarakat sebagai faktor integritas penting dalam stabilitas keamanan, sebuah komunitas yang peduli masalah fundamentalis tersebut kini lahir di Kota Medan.

Meskipun baru seumur jagung, namun kiprah komunitas yang berjulukan BR (Bang Regar) yang diawaki Muhammad Siregar selaku pendiri / pembina, anggota Joni Anton Sembiring Pelawi (Pola), Danu Affandi SE, Agus dan Yana BW itu, sudah mampu membuktikan keberadaannya dalam merekrut dan mengkaryakan puluhan pemuda, sehingga yang sebelumnya berstatus pengangguran kini sudah memperoleh pekerjaan dengan berpenghasilan memadai, yang dapat membantu menopang perekonomian keluarganya masing masing.

Tokoh pemuda yang beristrikan Syamsiah Rambe dengan tiga putra putri masing masing Ardiansyah P Siregar, Sarah Siregar dan Junita Khairani Siregar yang ditemui tengah berdikusi dengan para anggota komunitas BR di Cafe Warung Kopi Bung Pola Jalan Sei Batanghari Medan, Selasa (15/10/2019) menjelaskan, masyarakat perlu menyadari bahwa munculnya kriminalitas itu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pengangguran.
” Karena itulah BR secara swadaya berinisiasi membantu pemerintah untuk menekan membengkaknya angka penganguran tersebut khususnya di Kota Medan melalui program kerja yang sudah kami canangkan beberapa waktu lalu. Selaku anak bangsa, inilah upaya yang saat ini bisa kami perbuat dalam upaya mencegah terjadinya kriminalitas yang disebabkan masalah tadi, ” ujar pria berusia 42 tahun yang berdomisili di Jalan Gaperta Medan tersebut.

Menurut catatan, Lanjut Muhammad Siregar, ada beberapa kasus kriminalitas yang umumnya dilatarbelakangi karena kebutuhan ekonomi. Gejala sosial seperti itu menjadi salah satu keprihatinan bagi BR dan dengan bekerjasama para pemimpin organisasi kemasyarakatn pemuda (OKP) dan Ormas, BR bergandengan tangan untuk mewujudkan kepedulian akan masalah pengangguran tersebut.

“Komunitas BR juga tetap membuka tangan selebar selebarnya, bagi pihak pihak yang ingin ikut berpartisipasi mengatasi maslah krusial tersebut, seperti bagi yang mempunyai usaha, mempekerjaka meraka sesuai sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya, kalau bukan kita yang perduli pada mereka, jadi siapa lagi,” katanya.

Muhammad Siregar menjelaskan, BR sejauh ini sudah merekrut lebih dari 100 orang kaum milenial diantanya pemuda dan anak jalanan, keseluruhan sudah dipekerjakan dan memiliki penghasilan yang bervariasi sesuai skill dan keahliannya.

“Alhamdulilah, adik adik kaum muda yang dikaryakan BR Ini, rata rata memiliki penghasilan jutaan rupiah sesuai jam kerjanya. Disamping dipekerjakan. Kedepannya, BR kini juga sedang membangun hubungan kemitraan dengan pihak pihak yang berpotensi dapat menyerap tenaga kerja, dan BR akan memfasilitasi masyarakat yang ingin mencari lowongan pekerjaan, yang pelaksanaan seleksinya adalah perusahaan yang membutuhkannya,” tandasnya. (Red)

No Responses

Comments are closed.

Lewat ke baris perkakas