Jelang Vonis Gus Nur, Massa Santri Doa Bersama di Pengadilan

Jelang Vonis Gus Nur, Massa Santri Doa Bersama di Pengadilan

Barometermedan | Kelompok massa yang menamakan diri ‘Santri Bergerak Membela Kiai’ berencana bakal menggelar doa bersama diJalan Arjuno, depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, untuk mengawal persidangan terdakwa kasus pencemaran nama baik melalui video berjudul ‘Generasi Muda NU Penjilat’, Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.

Abdul Hadi Nur,Selaku pimpinan rombongan mengatakan mereka akan melakukan aksi doa bersama, istigasah serta selawat sebagai bentuk dukungan terhadap hakim, agar memberikan vonis yang setimpal terhadap Gus Nur.
“Kita men-support teman-teman untuk doa bersama, men-support dukungan moral untuk para hakim (agar) bekerja sesuai dengan yang kita lihat bersama-sama agar keputusannya itu betul-betul atas Sugi Nur ini diputus sesuai ganjarannya,” kata dia, saat dikonfirmasi Kamis (17/10) pagi.
Lebih lanjut, Abdul mengatakan aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB pagi ini akan dihadiri oleh para santri. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa aksi ini adalah aksi damai, pihaknya juga akan tetap menjaga kedamaian serta kondusifitas di sekitar PN Surabaya.

“Kita hanya dengan cara damai, dengan cara santri, dengan cara bagus. Kita akan berdoa bersama. Doa bersama ini akan ada istigasah, ada selawatan, yang baik-baik untuk menunjang situasi dan kondisi (tetap aman),” katanya.
Abdul menambahkan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, sebab massa yang akan datang pun diperkirakan akan mencapai ribuan.

“Kita kan untuk menghalau agar tidak berbuat dipancing, hal-hal yang tidak diinginkan. Kita ada posisi terkoordinir supaya berjalan dengan baik. Bersama keamanan, bersama semua,” kata dia.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Sigit Sutryono menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga keamanan jalannya sidang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun kejaksaan terkait pengamanan sidang itu. Sama seperti sidang-sidang sebelumnya yang memerlukan pengamanan ekstra,” katanya, Rabu (16/10) malam.
Sigit juga mengaku dirinya tak mempermasalahkan rencana para santri yang bakal menggelar doa bersama di depan Pengadilan Negeri Surabaya, saat pagi, hingga sidang berlangsung.
Namun Sigit mengimbau kepada pihak siapapun, untuk tetap menjaga kondusifitas agar tidak mengganggu persidangan.

“Karena siapa saja harus menghormati putusan hakim. Karena putusan hakim itu juga ikhtiar yang paling baik dan adil dari hakim sendiri,” kata Sigit.

No Responses

Comments are closed.

Lewat ke baris perkakas