Hari Kemerdekaan, Distribusi Logistik Gempa Lombok Tetap Dijalankan

Hari Kemerdekaan, Distribusi Logistik Gempa Lombok Tetap Dijalankan
Photo: Pendam IX/Udayana.

Barometermedan | Bali ~ Distribusi bantuan logistik bagi korban bencana gempa Lombok terus disalurkan, meski peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tengah berlangsung di seluruh pelosok negeri.

“Di hari Kemerdekaan seperti saat in pun, distribusi bantuan logistik bagi korban bencana gempa Lombok terus berdatangan dari berbagai wilayah di Indonesia. Dan ini jelas sangat membantu warga masyarakat yang terkena musibah,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Letkol Kav Jonny Harianto di Denpasar, Bali, Jumat (17/8/2018)

Photo: Pendam IX/Udayana.

Dijelaskan Kapendam IX/Udayana, penyaluran bantuan dari berbagai pihak dipastikan akan sampai kepada warga yang terkena musibah. Garansi hal ini ditegaskan Komandan Satgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Dansatgas PDB Gempa Lombok menjamin bantuan akan sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Dengan semangat hari Kemerdekaan, dan di tengah suasana keprihatinan, masyarakat korban gempa Lombok harus terus didorong agar dapat segera bangkit. “Mari kita bantu bersama agar saudara- saudara kita di Lombok dapat segera bangkit.

Seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan rekan-rekan media telah hadir di sini untuk membantu,” kata Kapendam IX/Udayana.

Photo: Pendam IX/Udayana.

Khusus kepada media, Kapendam IX/Udayana berharap agar lebih bijaksana dan berempati dalam menyampaikan informasi-informasi yang harus dapat menguatkan semangat masyarakat Lombok untuk segera bangkit. “Kebersamaan kita di sini menunjukkan kekuatan bangsa untuk mampu melalui situasi ini,” terang Kapendam.

Catatan daftar bantuan yang telah disalurkan sejak hari kedua pasca gempa hingga Jumat (17/8/2018), meliputi:
1. Makanan cepat saji lebih dari 20.000 paket.
2. Lauk pauk 7.000 paket.
3. Makanan tambahan gizi 6.500 paket.
4. Perlengkapan balita/kidsware 4.500 paket.
5. Family kit 4.500 paket.
6. Sandang/pakaian 1.000 paket.
7. Selimut 50.000 lembar.
8. Matras 14.000 lembar.
9. Tenda gulung 15.000 lembar.

Sedangkan dukungan peralatan tenda pengungsi, tenda keluarga Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap), genset berbagai tipe, toren air, WC portable, hingga water treatment portable terus didistribusikan ke para pengungsi.

Photo: Pendam IX/Udayana.

Untuk tenaga relawan, lanjut Kapendam IX/Udayana, saat ini di Lombok telah hadir Relawan Kemanusiaan untuk Lombok dari berbagai sumber. Seperti dari Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Mabes TNI, Polri, Basarnas, BMKG, PMI, MDMC, ACT, Artha Graha Peduli, PT. POS Indonesia, Bank Mandiri, Bank Muamalat, Pertamina, Garuda Indonesia, Pelni, Orari dan RAPI, IDI, Dompet Dhuafa, Darut Tauhid, Universitas Airlangga Surabaya, UGM, UNPAD, UNS, UNHAS, UNIBRAW, UMI Makasar, PPNI Jawa Timur, PMI Bogor, PMI Bali, PMI Kota Solo, PMI DKI Jaya, KKP Probolinggo, KKP Denpasar, KKP Surabaya, MDMC Semarang, MDMC Bantul, BBTKL Surabaya, YARSI Jakarta, RSIA Kenari Graha Medika Bogor, AMDA Indonesia, BPPK Nasional, Kimia Farma dan RADAR Bogor, IOF, Wanadri, Mapala, Perusahaan Asuransi, Komunitas Relawan Indonesia, BPBD, dan lainnya.

Photo: Pendam IX/Udayana.

Saat ini, lebih dari 200 lembaga yang hadir untuk membantu Lombok. Untuk kesempurnaan data penanganan darurat ini, Dansatgas Posko PDB Gempa Lombok mengajak seluruh potensi nasional, baik kementerian, lembaga maupun relawan kemanusiaan untuk dapat melakukan registrasi dan menyamakan data fokus kegiatannya, guna masuk kedalam upaya selanjutnya, yaitu transisi ke pemulihan.

Photo: Pendam IX/Udayana.

“Kita perlu duduk bersama kembali untuk memudahkan kerja. Semua ini semata-mata untuk kelancaran penanganan korban bencana. Dan kami sangat berterima kasih atas peran serta dan kontribusinya membantu upaya penanganan darurat ini,” kata Kapendam IX/Udayana.

Berdasarkan data Posko PDB Tanjung, Kamis (16/8/2018), tercatat korban meninggal dunia sebanyak 466 orang, yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara (404), Lombok Barat (39), Lombok Timur (12), Lombok Tengah (2), dan Kota Mataram (9). Adapun korban luka (1.054) dan pengungsi (417.529). Sedangkan total bangunan dan rumah yang rusak terdata sejumlah 71.937 unit.

Photo: Pendam IX/Udayana.

Dalam peringatan hari kemerdekaan ini, juga dimeriahkan dengan lomba balap kelereng, lomba jalan balon tempel, balap karung, yang digelar diantaranya di Lapangan Tanjung, Dusun Selelos, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. “Senyuman dan keriangan anak-anak pengungsi ini adalah semangat kita memberikan kembali kehidupan mereka yang sempat hilang,” katanya. (Pendam IX/zul)

Tags: ,
banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

Lewat ke baris perkakas